setelah Spanyol vs Italia

Pertandingan perempat final antara Spanyol vs Italia juga jadi salah satu pertandingan yang paling berkesan buat gue di Euro tahun ini. Berkesan karena Spanyol jadi satu-satunya tim jagoan gue yang lolos ke semifinal setelah pertandingan-pertandingan sebelumnya selalu penuh dengan surprise dan drama. Hahaha… Hal lain yang bikin pertandingan ini jadi berkesan banget buat gue adalah karena: 1)Gue sempat panik dan pesimis Spanyol bakal kalah, yang ternyata gak terbukti, 2)Pemenang pertandingan ini ditentukan dengan adu penalti, dan 3)Walaupun gue Cuma nonton siaran ulang dan sebelumnya udah tau kalo Spanyol menang, gue tetap deg-degan waktu adu penalti berlangsung. 4)Ada pelajaran berharga yang gue dapet setelah nonton pertandingan ini.

Nah, yang ingin gue bahas sekarang adalah poin nomor 4. Tentang (ceritanya nih…) pelajaran berharga.

Ketika dua kesebelasan bertanding dengan hasil imbang selama 90 menit, dan perpanjangan waktu yang dilakukan tetap tidak mengubah keadaan, kira-kira kesimpulan yang bisa diambil adalah pada saat itu kedua tim memang punya kekuatan yang sama atau hampir sama dalam hal kemampuan fisik mungkin, strategi mungkin, pertahanan mungkin. Intinya kedua tim memang seimbang deh pokoknya. Nah, kalo udah begitu, kira-kira aspek apa lagi yang harus diuji untuk menentukan tim mana yang lebih kuat? Ada yang bisa jawab? Hehe… aspek mental, dong, tentunya… dengan melakukan adu penalti. Bagi gue, sebuah adu penalti bukan lagi ajang unjuk kelebihan bagi masing-masing tim. Memang, gak bisa dipungkiri kalo ketangkasan seorang kiper jadi sangat penting di sesi ini. Tapi sebenarnya ada hal yang lebih penting lagi: mental. Pemain yang biasanya selalu punya tembakan jitu aja bisa jadi loyo dan gak akurat ketika harus melakukan adu penalti. Lihat aja David Trezeguet di World Cup 2006 waktu adu penalti dengan Italia di final. Siapa sih yang nyangka seorang David Trezegol, striker andalan Prancis, bisa gagal menyarangkan bola dalam sebuah tendangan penalti? Lagi-lagi penjelasannya adalah mental. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menganggap kalo adu penalti itu cuma untung-untungan, bagi gue tim yang udah berhasil memenangkan adu penalti adalah tim yang memang layak untuk menang karena tim tersebut udah berhasil melalui ujian kedua yang gak kalah penting: ujian mental. Inggris, misalnya, tim yang gak diragukan lagi kehebatannya, konon gak pernah menang kalo harus melalui adu penalti (gue lupa data lengkapnya). Ya, mungkin memang secara mental, Inggris masih belum lebih unggul dibandingkan lawan-lawannya.

Kembali ke pertandingan Spanyol-Italia, gue bener-bener salut sama kedua tim dan gue sangat menikmati menonton akhir pertandingan, waktu Spanyol lagi merayakan kemenangan mereka dan Italia lagi terisak-isak. Gue salut sama tim Italia yang gak saling menyalahkan walaupun dua pemainnya gagal mengeksekusi tendangan ke gawang Casillas, juga untuk sportivitas mereka. Gak Cuma di pertandingan ini aja siy, di pertandingan-pertandingan lain di Euro kali ini juga penuh sportivitas kok. Rasanya seneng deh melihat pemandangan kaya gitu. Para pemain antar kesebelasan yang saling memberi selamat, berangkulan, bertukar kaos, gak kayak kesebelasan-kesebelasan di Indonesia yang pendukungnya sering jotos-jotosan. Intinya, gue pengen Indonesia, especially Timnas-nya bisa selalu belajar dari turnamen-turnamen besar kayak gini untuk ngebenerin kualitas persepakbolaan kita yang kayaknya gitu-gitu aja. Yah, klise banget siy omongan gue ini, tapi gue tetap berharap untuk kesuksesan tim Indonesia deh pokoknya, walaupun secara pribadi gue juga jarang ngikutin siy… Hehehe… Sekali lagi, selamat buat Spanyol, Jerman, Turki, dan Rusia. Tunjukkan performance terbaik kalian di semifinal ye… WE WANT MORE!!!! ;p

                            

anak ini sedang belajar dewasa

Setiap kali gue kembali dihadapkan dengan kenyataan, saat itulah gue sadar akan keterbatasan gue: gue belum dewasa.

Bilakah gue akan bisa berdamai dengan kenyataan itu dan menjalani hidup gue dengan tenang dengan kesadaran penuh gue tentang kenyataan itu?

Jawabannya: waktu yang akan menajwab. cuih!!!

P.S: kata Ratih, Turki kembali membuat drama, drama, drama di Euro 2008... Selamat! Anda akan bertemu Jerman di semifinal!!!!

tentang Euro lagi

Selamet ya buat Jerman... Pansernya akhirnya panas juga. Gak nyangka tau, Jerman menang. Gue kan menjagokan Portugal yang bakal ketemu Belanda di final. Tapi sekarang gak tau deh, apakah Jerman, apakah Turki, atau Kroasia... banyak kejutan niihhh...

Sjujurnya sih, gak ada tim yang benar-benar gue jagokan untuk menang. yang gue harapkan untuk menang adalah tim yang memang bener-bener layak. Perkiraan Belanda dan Portugal yang bakal ketemu di final juga bagian dari penilaian objektif gue. Belanda sekarang memang lagi bersinar-bersinarnya, sementara Portugal punya motivasi yang kuat untuk menang ditambah dengan keberadaan CR7 yang juga lagi ada di kondisi terbaik dia. Tapi, siapa sangka Portugal harus digilas sama Pansernya Jerman (bahasa Koran banget siy, gue... hehe).

Tapi, seriously, kayaknya kita emang gak bakal bisa banyak membuat tebakan di Euro tahun ini. Terlalu banyak kejutan. Soalnya bola masih bundar, bo... hehehehe. Untuk Turki vs Kroasia, gue bener-bener gak bisa membuat prediksi nih since performance Turki waktu ngelawan Ceko. Di atas kertas sih, Kroasia lebih unggul. Apalagi Kroasia punya pelatih yang OK (dan ganteng). Mas Billic. Hehehe. Tapi jangan salah, pelatih Turki terkenal dengan kekerasan hatinya. pemain-pemainnya juga. Liat aja, betapa mereka gak menyerah sama Ceko walalupun sisa waktu tinggal hitungan detik.

Ffiuhh, belum lagi Italia vs Spanyol. Huaaa... gue gak rela kalo Spanyol kalah. Gue kan pembenci Italia. Tapi sebenernya complicated si. Antara benci dan... (dan apa?). Soalnya masih ada Gianluca Zambrotta dan Luca Toni dan Gianluigi Buffon. Dilema nih... Kepercayaan diri mereka juga pasti naik setelah ngalahin Prancis. Casillas dan Villa, berjuang!!!!

drama, drama, n drama, during Euro 2008

10 hari sudah berlalu semenjak opening ceremony Euro 2008. Pada banyak yang ngikutin Euro, kan? Begitu juga dengan saya sebagai penggemar bola musiman yang heboh kalo ada kejuaraan-kejuaraan kayak Euro n World Cup doang. Selebihnya gak terlalu ngikutin. Hehehe… Nah, minggu ini perempat final Euro bakalan dimulai. Negara-negara yang dipastikan masuk antara lain Portugal yang bakal ketemu Jerman (hidup Portugal!), Turki yang bakal ketemu Kroasia (belum nentuin bakal bela siapa), Belanda (yang udah menjuarai grup C), dan Spanyol (yang dipenuhi oleh ‘suami-suami’ gue). Runner up grup C dan D bakal ditentukan dini hari besok dan lusa (Rabu n Kamis, 18 n 19 Juni).

OK, pada nonton pertandingan Rep. Ceko vs Turki yang ditayangin kemarin gak? Kalo nonton, mungkin orang-orang bakal setuju dengan gue bahwa pertandingan penentuan kemarin itu berlangsung dengan penuh drama, drama, drama. FYI, sebenarnya gue gak terlalu menjagokan siapapun di antara dua tim ini. Gue menganggap kemampuan dua tim gak jauh beda n gue Cuma berharap yang terbaik yang bakal lolos. Yah, tapi memang kecenderungannya lebih ke Ceko sih, karena kan ada Petr Cech (suami gue yang lain) di sana. Hehehe… Nah, kemarin pagi (Senin, 16 Juni) gue nonton di Fokus Euro kalo Portugal dan Turki berhasil lolos ke perempat final. Otomatis gue jadi tau kalo Ceko kalah karena skor Ceko (dan bahkan selisih gol) dengan Turki sama. Jadi pertandingan mereka bakal nentuin siapa yang lolos ke perempat final. Ya udah, gue juga gak kecewa-kecewa amat dengan hasil ini. Malamnya, gue dan partner of crime gue, Ratih, nonton siaran tunda Ceko vs Turki.

Sebelumnya Ratih sempet bilang ke gue kalo skor pertandingan itu 1-0 untuk Turki. Berdasarkan informasi itu, gue n Ratih pun menunggu-nunggu satu-satunya gol dari Turki ke gawang Ceko. Sampai pertengahan babak pertama, belum muncul juga tuh gol. Akhirnya, waktu babak pertama hampir berakhir, hebohh… karena ternyata gol bukan dari pemain Turki, tapi Ceko. Sambil terbengong-bengong, gue kembali nanya ke Ratih tentang skor akhir pertandingan ini dan akhirnya terbongkarlah fakta bahwa Ratih Cuma ngasal doing nyebutin skor 1-0. Sambil masih tertegun-tegun, kita lanjut nonton.

Ketika babak kedua dimulai, kelihatan kalo Turki mulai mendominasi. Rupanya ketinggalan satu poin gak membuat nyali mereka turun, justru sebaliknya. Alhasil, pertandingan jadi tambah seru n keras. Kartu kuning mulai bertebaran dimana-mana. Darah, keringat, air mata (lebai). Tapi, serius… mereka berdarah-darah. Ada 2 pemain yang kepalanya di perban. Sepanjang pertandingan Ratih n gue terus menerus mengomentari pertandingan yang penuh dengan drama drama drama ini. Belum lagi pelatih Turki yang ngomel n marah-marah mulu. Tapi ternyata, drama yang sesungguhnya belum dimulai, saudara. Kalo gak salah, di menit ke 70, Ceko kembali menambah gol dan seolah-olah memastikan kemenangan mereka ke perempat final. Gue dan Ratih kembali terbengong-bengong dan Ratih sempat mengkonfirmasi gue, apakah memang Turki yang menang di pertandingan ini, dan gue membenarkan, walaupun gue gak tau berapa skornya. Tapi, untuk menang berarti skor akhir paling gak harus 3-2, sementara waktu yang tersisa tinggal 20 menit untuk mengejar ketinggalan. Di sinilah drama dimulai.

Di hampir 10 menit terakhir, Arda Turan yang ganteng dari Turki melesakkan golnya ke gawang Petr Cech sehingga kedudukan berubah 2-1. Ternyata Turki semakin bersemangat! Sebagai muslim yang saleh, mereka terus berikhtiar dan berdoa kepada Alloh SWT sampai akhirnya usaha mereka itu membuahkan hasil. Mas Nihat Kahveci menyarangkan dua gol berturut-turut ke gawang Ceko. Keren, Mas Nihat!!!! Allohu Akbar!! Tapi kasian banget nih ama suami gue, Petr Cech. Dia benar-benar melakukan kesalahan fatal ketika berusaha mengantisipasi tendangan Nihat ke gawangnya. Bola itu udah berhasil ia tangkap, tapi… tergelincir dan akhirnya, tanpa usaha yang berarti-Cuma tinggal di dorong dikit-masuk deh tuh bola ke gawang karena Cech juga udah gak bisa prepare. Ohh, Cech… kasian banget siiii kamu….

Setelah itu, apakah drama berakhir di sini setelah Turki memastikan kemenangannya?? Tidak. Masuk additional time, kiper Turki, Volkan Demirel dihadiahi kartu merah akibat tindakan agresifnya. Bahkan, pemain Turki yang gak lagi tanding nih, di bangku cadangan, dapet kartu kuning juga gara-gara protes. Adegan paling lucu yang bikin gue n Ratih ngakak adalah ketika gelandang Turki, Tuncay terpaksa jadi kiper pengganti (OMG, ngebayanginnya aja masih bikin gue pengen ketawa). Keliatan banget dia panik, tapi juga pasrah ketika ditunjuk temen-temen satu timnya. Dia sempat menengadahkan tangannya ke atas, mungkin berdoa biar dapet pertolongan. Untungnya, Tuncay gak harus lama-lama jadi kiper. Dua menit kemudian, wasit meniup peluit yang menandakan Turki boleh merayakan kemenangan n keberhasilannya masuk perempat final. Alhamdulillah, sebagai muslim, gue pastinya ngerasa bangga dengan hasil ini. Tapi gue harus mengakui bahwa gue juga ngerasa kasian banget ama Ceko, terutama Petr Cech. Karena sebenarnya penampilan dia bagus banget di pertandingan ini. Dia berkali-kali bisa menyelamatkan gawangnya dari kebobolan. Tapi, mau gimana lagi, kekuatan doa dari Istanbul menurunkan keajaiban buat Turki. Hehe, begitulah sepenggalan drama yang terjadi di perhelatan Euro… Trims udah baca ulasan pertandingan penuh drama yang gue bawakan juga dengan penuh drama ini. Hahahaha!! Kita nantikan drama-drama lain di pertandingan-pertandingan Euro 2008 berikutnya.

Referensi: Koran Tempo edisi 17 Juni 2008 & Euro 2008 Official Site (www.euro2008.uefa.com)

sebut saja suplir

Suplirnya masih ada lo, Sayang...
ternyata tangkai suplir kuat ya setelah diliat-liat.
tidak seperti... (seperti siapa, coba?)

lagi setelah diliat-liat, kamu emang paling tau ya, Yang...
paling tau aku... hohohoho


huahhh,,, sedang menunggu half-blood prince nih. Masih 11 bulan lagi.

keluhan biasa

Well, it’s been long time since my last posting. Sebenarnya udah ada rencana untuk bikin postingan lagi, tapi postingan kali ini bukan realisasi dari rencana itu coz postingan yang gue bikin sekarang bertujuan untuk ngungkapin kekeselan gue yang baru aja terjadi sekitar beberapa menit yang lalu.

What currently happened is... gue merasa sangat tersinggung. Yah, bodo amat deh gue mau dibilang ga dewasa atau apa BODO AMAT karena gue KESEL BANGET dengan orang2 yg punya kebiasaan menyinggung perasaan orang lain dengan sengaja. Kenapa gue tau itu disengaja? Karena situasinya bukan situasi yang memungkinkan orang gak bisa ngontrol tingkah laku n ucapan. Well, it happened in library. Bayangin! Hari ini gue bersemangat banget n niat banget mau baca2 skripsi di perpus karena tugas2 n ujian udah selesai. Nah, sebelumnya gue pikir gue bakal ngenet dulu bentar di lantai 2 sebelum minjem skripsi. Kebetulan waktu itu pas jam 1 which is perpus baru buka dari istirahat jam 1. Dan gue melihat bahwa di meja registrasi untuk make internet di lantai 2, papan ISTIRAHAT masih terpampang dengan sangat jelasnya. Jadi, mengingat pengalaman2 gue n org2 di sekitar gue dengan ‘perpustakaan gue tercinta’, maka dengan penuh kesopanan gue berkata kepada bapak yg jaga “Udah bisa masuk belum, pak?” Yang berarti... (kalo ada yang merasa ambigu sama kalimat itu, biar gue jelasin nih) gue ingin memastikan jam istirahat sudah berakhir dan kalo emang belum berakhir, dengan penuh kerelaan gue akan menunggu. Dan sekali lagi, orientasi gue adalah papan yang bertuliskan kata ISTIRAHAT yang belum dibalik itu.

Lalu... bapaknya bilang apa?

Gini,

“kemaren kamu udah bisa masuk gak?” dengan –menurut gue- tampang yg jutek karena dia sama sekali gak keliatan becanda n kind of org yg lagi kehilangan kesabaran.

“maaf, pak?”

“kemarin kamu bisa masuk lewat pintunya kan?”

“...”

“...”

“oh, maksudnya... kirain belum buka, pak...(dag dig dug dag dig dug. Baca: gue mulai emosi. Tapi sebisa mungkin gue masih menunjukkan tampang yg penuh kepasrahan dan kesopanan)”

Kemudian, bapak tersebut menyuruh gue menulis nama gue di buku n mengambil KTM dy n guess what? Dy baru nyadar papan ISTIRAHAT nya masih terpampang. Trus ketika itu juga dia balik deh tuh papan.

OK, what i really wanna say (write) is.... (sebenernya guegak tega nulis ini, tapi dari tadi gue udah ngucapin ini berulang2 di dalem hati siy.karena itu gue bakal menyensor 1 huruf.

SH*T!!!!!!!!!!!!!!!

Oh my God! Gue gak akan mempermasalahkan kalo situainya emang memungkinkan orang saling menyakiti karena hectic, ribet, or memicu agresivitas. But, i’m sure he’s still able to decide what kind of words he’s going to say to me...

Dan kejadian di setting yg sama memang sering terjadi. Gue gak pernah mencoba mempermasalahkan ini karena gue pikir, mungkin gue yg harus lebih bisa beradaptasi n mengerti. Tapi sekarang... I think I’ve had enough. Dan gue juga bukannya gak bisa melihat hal2 yang positif dari orang2 ini. Tapi alangkah baiknya... Well, i know they’re just ordinary people. But so am I... Gue gak menuntut banyak kok....

That’s all.

Yng ringan2 aja (bosen berat mulu)

Ketika semester ini hampir berakhir, gwe tersadar bahwa gwe udah hampir sampe di separo perjalanan gwe. Hampir 2 thn terlewati tanpa terasa. Seperti biasa lah, tentunya… akhir semester dilewati dengan beberapa ‘cobaan’. Hohoho… Apalagi kalo bukan membuat makalah-makalah menyenangkannnn… Hohohoho… Tinggal satu tugas makalah lagi yang belum selesai ketika gwe membuat postingan ini. Yah, ditambah dengan revisi2 makalah sebelumnya tentunya. Hohoho… Gwe rasa ini anugrah. Bikin makalah, bikin penelitian, ini anugrah. Tapi anugrah juga gwe udah nyodok kognitif semester lalu. Karena ternyata tugas kognitif semester ini gila2an. Anugrah…. Subhanallah… Terimakasih Ya Allah…(segitunya). Secara ya, mbak2, mas2… Semester kemarin itu kognitif gak ngapa2 in. Tugasnya Cuma review jurnal dan satu tugas paper buat kelompok. Gwe selalu menganggap kognitif sebagai kuliah ‘pelepas lelah’. Berhubung jadwalnya hari Kamis, jam setengah 2. Yang artinya ada jeda 3 jam setelah PsiBang I selesai. Pastinya setelah Psibang gwe balik dulu ke asrama, baru jam setengah 2 kurang gwe balik lagi ke kampus dengan mata separo melek separo melayang entah kemana, n sampai di kampus, gwe akan terkantuk-kantuk ngedenger suara Mbak Ira yang mendayu-dayu mengantarkan gwe ke alam mimpi… Huehuehue…
Semangat ya buat temen2 yg sedang berjuang dengan kognitifnya… (berusaha terlihat berempati).

Oya, gwe juga mau menceritakan seorang temen yg baru2 ini bilang kalo gwe udah MENGUBAH HIDUPNYA. Hal ini dikarenakan gwe telah memberitahu dya apa bedanya hidung mancung dengan hidung tidak mancung. Oleh karena itu, setelah jasa besar itu, akhirnya dya bisa menikmati keindahan hidung yg benar2 mancung. Tapiiiii… karena sekarang dya udah tau tuh ya, bedanya hidung mancung n gak mancung, dya jadi tau hidung gwe ini masuk kategori mana, dan dia…… MENGHINA GWE…. Itu namanya ANDA gak tau terimakasih Dion jelek…. OK, gak papa kok, Yon… Gwe maklum… selamat terus menikmati ya… ;p.
Trus, lo dapet info darimana siy kalo Milo ventimiglia tuh anaknya Sylvester Stallone. Gwe dah buka wikipedia n nama bokapnya Ventimiglia juga kok…

Nah, yg terakhir… Sepertinya gwe lagi berusaha memperbaiki kondisi kantong kering gwe dengan melakukan sesuatu yg bermakna dan ‘menghasilkan’ tentunya. Ohohoho… tapi untuk yg satu ini belum ada penjelasan lebih lanjut. Doakan saja ye…

dan akhirnya

Damn!
Sadar untuk semua yg udah gwe lakukan, gwe cuma bisa bilang itu. Kenapa harus selalu gitu? Kenapa gwe gak pernah bisa bener2 mengeluarkan apa yg pgn gwe keluarkan?

Ok, now i'm gonna be me. I dont care with you, with everything. I'm on my way.. Capekkk banget!!

Haha,, mencintai memang sangat menyakitkan. Tapi gwe juga seneng. Mau dijalanin aja... Mau dijalanin dengan senang, karena gwe yg memilih.

tamdadam...

Hati gwe punya gwe kan? Dan gwe akan membiarkan hati gwe memilih apa yg gwe kehendaki.

"It's not about right or wrong. It's all about choice"

Kita gak perlu selalu benar kan? Emang harus salah untuk tau yg benar dan gwe ngerasa udah terlalu banyak yg gwe alamin untuk bikin pilihan ini. gwe minta maaf sama orang2 tertentu yg mungkin bakal menyalahkan gwe karena gwe udah membuat pilihan yang -menurut mereka- harusnya gak gwe pilih. tapi rasanya terlalu banyak yg gwe alamin dan gwe tau sampe akhirnya gwe tetep ada di posisi ini. Sejauh gwe ngerasa baek2 aja, gwe rasa gak ada salahnya. Sekali lagi gwe tegasin, gwe gak mau ngelebih2in apa yg gwe rasain. gwe pengen semuanya dianggep biasa. It's not a big deal!

Gwe pengen belajar dewasa dengan cara gwe. Posisi yg gwe pilih ini sama sekali bukan kesalahan fatal. Gwe pengen bisa ngeliat banyak hal dari banyak sudut pandang. Gwe pengen tumbuh dgn cara gwe. Dan gwe baik2 aja untuk semua ini.

Hehehehe... Lucu benget si, Lin...

Hmmm... soul.. Jiwa..

Sampe sekarang belum ada satu orang pun yg gwe percaya bisa 'mewadahi' jiwa gwe. Ngerti kan? Setiap orang punya jiwa n punya wadah untuk jiwa itu di diri orang lain, n gwe mash ngerasa kalo jiwa gwe dengan segala bentuk n ukurannya belum bisa 'terwadahi' (alah) oleh jiwa manapun. Kayaknya gwe terlalu nganggep diri gwe tinggi ya? Gak gitu... cuma belum nemu aja, ya gak usah harus nemu sekarang kan? :p

cuma kadang heran, kayaknya bentuk jiwa gwe emg aneh bgt deh. jadi kalo suatu hari nanti ada yg sukses mewadahinya, dia pasti orang yg hebat bgt...

[mantep bgt deh omongan gwe hari ini]

untuk mondaytuesdayfabulousfigure, thx udh meng-inspirasi gwe akhir2 ini. Walopun dirimu baru tw akan keberadaanku minggu lalu.. Sediiihhhhhhhhhhhhh...

Hehehehehe... SEmangat!

biasa aja...

Sekarang ini gwe udah bertekad untuk gak membesar2kan masalah. Menurut gwe setiap hal yg gwe hadapi memang bagian yang harus dijalani. Contoh: dulu gwe selalu kelihatan kalang kabut tiap ngadepin tugas padahal sebenernya ga gitu2 juga siy... Bukan berarti itu gak berat buat gwe. Tapi setelah gwe pikir2, entah gwe heboh atau gak, semuanya tetap sama. Gak membuat segalanya jadi lebih ringan. lagian emang udah bagian gwe juga... So, yg paling penting adalah dijalanin kan? Selesain tugasnya, baru masalah selesai. Bukan berarti gwe jadi nutup2in apa yg gwe rasain, tapi gwe cuma gak mau ngelebih2in. N emang, makin ke belakang rasanya gwe mulai terbiasa dgn semuanya. jadi emg gak ada yg perlu untuk dibesar2in. Hehehe...

Kalo gwe pusing, gwe bakal bilang pusing. Tapi ya udah, segitu aja. Gak perlu kalang kabut berlebihan. Ya, itu tuh latar belakang kenapa gwe nge-post shout out yg isinya "Biasa aja, Lin!"

Karena gwe pengen semuanya dianggep biasa. Yap, semua orang punya cerita tentang hidupnya n punya cara masing2 untuk ngejalanin hidupnya n itulah yg gwe pilih saat ini. Gwe rasa gwe semakin bisa menimati hidup gwe... Tetep bakal ada saatnya gwe ngerasa gak berdaya n kalo saat itu tiba gwe gak bakal pura2 tenang. tapi yg jelas gwe yg memegang kendali akan diri gwe kan?'

Oya, buat manusia2 yg lagi jatuh cinta... beruntunglah kalian, masih bisa ngerasain keberadaan 'hati'. banyak lho org2 yg gak bisa ngerasain keberadaan 'hati' nya lagi. Hehehe... [agak gak nyambung dgn yg di atas]

u never know what u got until it's gone

[dan ini lebih gak nyambung lagi]

me...

I want a little something more
Don't want the middle or the one before
I don't desire a complicated past
I want a love that will last

Say that you love
Say im the one
Don't kiss and hug me and then try to run
I don't do drama
My tears don't fall fast
I want a love that will last

So call me romantic
Oh i guess that must be so
Theres something more that you oughta know
I'll never leave you
So don't even ask
I want a love that will last

I don't want a just a memory
Give me forever
Don't even think about saying good-bye
Cuz i want just one love to be enough
And remain in my heart till i die

So theres little more that i need
I wanna share all the air you breathe
I'm not the kinda girl to complicate the past
I want a love that will last

Forever

kembali lagi kembali

Rutinitas dimulai :

Antrian kamar mandi [sebenernya bisa aja gak ngantri, tapi gara2 pengen mandi di kamar mandi PeWe tuh...]

Bikun yg penuh sesak, palagi kalo dapet kuliah pagi... Aaargghhh!!! Mo turun ja susah bangettt!!!!

Wahhh... kuliah statistik siang bolong! 2 setengah jam! Dari jam setengah 2 sampe jam 4. Sedep!! Bener2 memanaskan otak!!

Keliatannya semester ini makul2 nya pada 'memanaskan' dan 'melelehkan' otak semua ya??

BtW hari ni hari kedua kuliah. Labkom mulai rame. Kangennya!!!

hmm... aku dah kembali lagi yah?? Hehehe... Senangnya...

Puisi2 tak berjudul

Hehehe...

Aku post lagi nih puisi2 tanpa judulku.. Hohohoho :p

[tak berjudul_1]

Ada yang tertinggal di sini
masih jelas sangat
kata-kata
hasil rangkaianmu
bahwa diri kita hanya satu
bahwa diriku
adalah satu-satunya aku

[tak berjudul_4]

Bagaimana kalau kita hentikan saja
dan kita buka masing-masing topeng
yang menempel pada muka
Biar kita bisa saling tatap
dan tahu
siapa yang berdusta

[tak berjudul_5]

Tali temali

Yang kujalin rapat-rapat

Terbuka jua,

Kebohongan, kemunafikan

Luntur bersama

Guratan dalam nafas

Yang mendentum isi urat nadiku

Sekarang kalian boleh tertawa

Karena sandiwara telah usai

Dan panggung drama sudah diturunkan
:p

INTERUPSI!

Blog ini dibuat bukan untuk berantem2an ya… Bukan untuk adu argumen n tonjok2an… [alah!]

Bukan untuk dikritik secara pedas baik langsung ataupun tidak langsung…

Juga bukan untuk dijadikan bahan acuan dalam membuat teori… [ga banget deh]

Cuma…

Sebagai media komunikasi, mungkin?

Tempat berbagi pendapat n memuntahkan isi kepala [alah!]

Biar kita bisa lebih saling mengerti? Ohohohohho….

Kalo yg nge-fans jadi bisa tau elin itu gimana... Ohohohohoo!!! [obsesi selebritis]

Walaupun belum cukup juga siy... ^^

Maaf ya kalo ada pihak2 yg mungkin kurang berkenan. maaf kalo kata2 yg gak pantes atau gimana.... Elin cuma manusia biasa...

Gak ada maksud untuk membuat kecewa siapapun juga... Yaaa???

Ahahahaha...

Peace!

ada ada dan ada

Akhir2 ini sering berpikir kenapa begini dan begitu. Kenapa aku begini dan dia begitu. Kenapa mereka ini dan kalian itu. Kenapa harus ada gini, terus jadi gitu. Kenapa ada yang berubah. Kenapa ada yang seperti berubah tapi sebenarnya tidak. Kenapa ada yang seperti gak berubah tapi sebenarnya berubah.

Dan ternyata... waktu Cuma bagian dari proses! Ada pendewasaan, ada ketidaksiapan. Ada semangat baru, ada belajar. Ada penyesalan, ada tanda tanya. Ada ketidaksanggupan menerima, ada kehilangan. Ada kecewa dan haru. Ada ada dan ada....

 

Huahhhh... Ngomong apa seeehhh!!!

 

Kenyatannya semua orang lagi menjalani prosesnya masing2. Semua punya peran. Ada yang diuntungkan, ada yang gak diuntungkan. Tapi tergantung gimana menyikapinya siy...

Ya gitu deh...

Gak jelas

Chapter II

Dear friends,

How's life?

Can u see me from the other side????

;p