setelah Spanyol vs Italia
Pertandingan perempat final
antara Spanyol vs Italia juga jadi salah satu pertandingan yang paling berkesan
buat gue di Euro tahun ini. Berkesan karena Spanyol jadi satu-satunya tim
jagoan gue yang lolos ke semifinal setelah pertandingan-pertandingan sebelumnya
selalu penuh dengan surprise dan drama. Hahaha… Hal lain yang bikin
pertandingan ini jadi berkesan banget buat gue adalah karena: 1)Gue sempat
panik dan pesimis Spanyol bakal kalah, yang ternyata gak terbukti, 2)Pemenang
pertandingan ini ditentukan dengan adu penalti, dan 3)Walaupun gue Cuma nonton
siaran ulang dan sebelumnya udah tau kalo Spanyol menang, gue tetap deg-degan
waktu adu penalti berlangsung. 4)Ada pelajaran berharga yang gue dapet setelah
nonton pertandingan ini.
Nah, yang ingin gue bahas
sekarang adalah poin nomor 4. Tentang (ceritanya nih…) pelajaran berharga.
Ketika dua kesebelasan
bertanding dengan hasil imbang selama 90 menit, dan perpanjangan waktu yang
dilakukan tetap tidak mengubah keadaan, kira-kira kesimpulan yang bisa diambil adalah
pada saat itu kedua tim memang punya kekuatan yang sama atau hampir sama dalam
hal kemampuan fisik mungkin, strategi mungkin, pertahanan mungkin. Intinya
kedua tim memang seimbang deh pokoknya. Nah, kalo udah begitu, kira-kira aspek
apa lagi yang harus diuji untuk menentukan tim mana yang lebih kuat? Ada yang
bisa jawab? Hehe… aspek mental, dong, tentunya… dengan melakukan adu penalti.
Bagi gue, sebuah adu penalti bukan lagi ajang unjuk kelebihan bagi
masing-masing tim. Memang, gak bisa dipungkiri kalo ketangkasan seorang kiper
jadi sangat penting di sesi ini. Tapi sebenarnya ada hal yang lebih penting
lagi: mental. Pemain yang biasanya selalu punya tembakan jitu aja bisa jadi
loyo dan gak akurat ketika harus melakukan adu penalti. Lihat aja David Trezeguet
di World Cup 2006 waktu adu penalti dengan Italia di final. Siapa sih yang
nyangka seorang David Trezegol, striker andalan Prancis, bisa gagal
menyarangkan bola dalam sebuah tendangan penalti? Lagi-lagi penjelasannya
adalah mental. Berbeda dengan kebanyakan orang yang menganggap kalo adu penalti
itu cuma untung-untungan, bagi gue tim yang udah berhasil memenangkan adu
penalti adalah tim yang memang layak untuk menang karena tim tersebut udah
berhasil melalui ujian kedua yang gak kalah penting: ujian mental. Inggris,
misalnya, tim yang gak diragukan lagi kehebatannya, konon gak pernah menang
kalo harus melalui adu penalti (gue lupa data lengkapnya). Ya, mungkin memang
secara mental, Inggris masih belum lebih unggul dibandingkan lawan-lawannya.
Kembali ke pertandingan
Spanyol-Italia, gue bener-bener salut sama kedua tim dan gue sangat menikmati
menonton akhir pertandingan, waktu Spanyol lagi merayakan kemenangan mereka dan
Italia lagi terisak-isak. Gue salut sama tim Italia yang gak saling menyalahkan
walaupun dua pemainnya gagal mengeksekusi tendangan ke gawang Casillas, juga
untuk sportivitas mereka. Gak Cuma di pertandingan ini aja siy, di
pertandingan-pertandingan lain di Euro kali ini juga penuh sportivitas kok.
Rasanya seneng deh melihat pemandangan kaya gitu. Para pemain antar kesebelasan
yang saling memberi selamat, berangkulan, bertukar kaos, gak kayak
kesebelasan-kesebelasan di Indonesia yang pendukungnya sering jotos-jotosan.
Intinya, gue pengen Indonesia, especially Timnas-nya bisa selalu belajar
dari turnamen-turnamen besar kayak gini untuk ngebenerin kualitas
persepakbolaan kita yang kayaknya gitu-gitu aja. Yah, klise banget siy omongan
gue ini, tapi gue tetap berharap untuk kesuksesan tim Indonesia deh pokoknya,
walaupun secara pribadi gue juga jarang ngikutin siy… Hehehe… Sekali lagi,
selamat buat Spanyol, Jerman, Turki, dan Rusia. Tunjukkan performance terbaik kalian di semifinal ye… WE
WANT MORE!!!! ;p

Recent Comments